header-image

BERSIHKAN NARKOBA DARI TUBUH TNI

PENPAS·08 Apr 2016·15:51

121

Kasus peredaran Narkoba di Indonesia saat ini sudah memperihatinkan, setiap harinya 30 s.d 40 orang meninggal dunia akibat penyalahgunaan Narkoba. Data BNN menyebutkan dalam semester akhir tahun 2015 terjadi peningkatan drastis ketergantungan Narkoba dari 4.2 juta jiwa menjadi 5.9 juta jiwa.

Dampak negatif penggunaan Narkoba dapat merusak kesehatan baik secara fisik maupun secara mental psikologis yang sangat besar pengaruhnya pada kelanjutan kehidupan/masa depan pengguna. berikut ini beberapa dampak pengaruh buruk negatif penyalahgunaannarkotika terhadap kesehatan fisik psikologis manusia antara lain : Terhadap Kesehatan Fisik berupa gangguan pada sistem syaraf (neurologis/kejang-kejang, halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi),gangguan kesehatan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler, gangguan kesehatan paru-paru (pilmoner), penurunan fungsi hormon reproduksi, sangat rentan tertular penyakit Hepatitis B,C dan HIV/AIDS. Terhadap Mental Psikologis berupa malas serta lamban dalam bekerja (ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah dalam menjalankan pekerjaannya), menyebabkan gangguan jiwa berat / psikotik, hilangnya rasa kepercayaan diri, menjadi lebih apatis, sering berkhayal, penuh perasaan curiga, agitatif ( menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal yang tidak disadarinya), sulit untuk berkonsentrasi (perasaan kesal dan tertekan depresi), cenderung menyakiti diri (perasaan tidak aman bahkan keinginan untuk bunuh diri), serta mendorong terjadinya tindak kejahatan/kriminal.

Sejalan dengan kebijakan pemerintah “Perang Terhadap Narkoba”, Panglima TNI Gatot Nurmantyo telah menginstruksikan untuk membersihkan pengaruh narkoba bagi personil TNI/PNS TNI, dengan memberikan batas hingga bulan juni 2016, kepada seluruh Pangkotama/Dansat akan diapreasi jika mengungkap keterlibatan anggotanya baik pengguna maupun pengedar. Selanjutnya setelah bulan juni 2016, apabila masih ditemukan personil TNI/PNS TNI yang terlibat , maka Dabsat harus bertanggung jawab dengan mempertaruhkan jabatannya.

Oleh karena itu, dalam upaya memberantas pengguna maupun pengedar Narkoba di jajaran TNI, maka Komandan/Pimpinan Satuan dapat melakukan langkah-langkah nyata sebagai berukut :

Pertama, Meningkatkan pengawasan terhadap anggota di satuannya, dengan senantiasa mengetahui keberadaan dan kegiatannya di luar jam dinas.

Kedua, Melakukan “Tes Urine” secara mendadak disamping untuk menemukan pengguna, juga bermanfaat sebagai tindakan preventif.

Ketiga, Melaksanakan Sidak di asrama/tempat tinggal anggota guna memastikan tidak adanya anggota yang menguasai, menyimpan, dan mengedarkan Narkoba.

Keempat, Menindak tegas anggota yang terbukti sebagai pengguna apalagi sebagai pengedar narkoba sesuai aturan yang berlaku (Pemecatan).

” Selamat Bertugas “

Informasi Prajurit