header-image

DI PERBATASAN RI – MALAYSIA, SATGAS YONIF 403/WP BERHASIL MENANGKAP PENGEDAR SABU – SABU ASAL MALAYSIA

Yonif 403/Wirasada Pratista·11 Apr 2017·10:34

NUNUKAN (10/04/17). Pasukan TNI Satgas Yonif 403/WP yang bertugas di perbatasan RI – Malaysia dipimpin oleh Letkol Inf Andi Amin Latama, S.A.P., ini patut diacungi jempol. Tak hanya menjaga wilayah perbatasan, pasukan ini juga aktif menangkap para pengedar narkoba yang merusak generasi muda bangsa Indonesia. Para pengedar narkoba itu membawa sabu-sabu dari Malaysia, diselundupkan dan dijual di wilayah perbatasan Nunukan, Kalimantan Utara.

“Anggota Pos Long Midang Yonif 403/WP sebanyak 6 Orang dipimpin Letda Inf Asril melaksanakan pemeriksaan 1 unit kendaraan mobil Toyota Hilux Double Cabin warna Silver tahun 2014 dengan plat nomor ST 8651 V meliputi pemeriksaan kelengkapan surat dan barang bawaan. Setelah dilaksanakan pemeriksaan pada kendaraan tersebut didapatkan didapatkan barang bawaan 32 paket kecil Narkoba jenis sabu – sabu di dalam tas pinggang milik saudara Cordinal Yulius (19) alamat Kampung Batu Mulong, Lawas Serawak- Malaysia,” terang Komandan Satgas Pamtas Yonif 403/WP Letkol Inf Andi Amin Latama.

Adapun barang – barang yang diamankan dari pelaku antara lain Uang Ringgit Malaysia pecahan 50 ringgit 3 lembar, Uang Ringgit Malaysia pecahan 1 ringgit 5 lembar, Uang Ringgit Malaysia pecahan 50 Sen 2 keping, Uang Ringgit Malaysia pecahan 20 Sen 2 keping, Uang Ringgit Malaysia pecahan 10 Sen 1 keping, 32 paket kecil Narkoba jenis Sabu-sabu, 1 buah silet merek Gilette, IC (Kartu pengenal) a.n. Cordinal Yulius. Selanjutnya yang bersangkutan diamankan di dalam Pos Long Midang untuk dimintai keterangan lebih lanjut sebelum diserahkan ke pihak yang berwajib dalam hal ini Kepolisian.

Keterangan dari Cordinal bahwa sabu – sabu tersebut di bawa dari Kota Keke, Serawak, Malaysia unutk dijual di daerah Long Bawan, Kec. Krayan, Kab. Nunukan. Cordinal mendapatkan  barang tersebut dari Bandar Narkoba yang ada di Kota Keke berkebangsaan Filipina. Sabu – sabu yang dibawa rencana akan dijual dengan harga Rp. 500.000, – Rp. 1.000.000 untuk satu paket kecil sedangkan untuk paket besar dijual dengan harga Rp. 5.000.000. Cordinal mengatakan bahwa apabila dijual di daerah Long Bawan mendapat keuntungan sekitar 4000 Ringgit Malaysia.

“Secara umum kondisi wilayah Nunukan relatif kondusif, walaupun kegiatan penyelundupan miras dan narkoba masih marak terjadi. Diharapkan kedepan dapat lebih ditingkatkan lagi untuk pengamanan lokasi-lokasi yang dianggap sebagai pintu masuknya jalur narkoba, kita akan selalu berkoordinasi terus dengan pihak bea cukai, imigrasi dan kepolisian,” pungkas Letkol Inf Andi Amin. (supri_ops 403)

Informasi Prajurit