header-image

KODIM 0729/BANTUL KUATKAN KARAKTER KEPAHLAWANAN DI KALANGAN PELAJAR

Kodim 0729/Bantul·17 Nov 2017·12:37

Sosialisasi dan Penguatan Karakter Kepahlawanan hari ini telah dilaksanakan di SMA Negeri 2 Bantul, Selasa (15/11/2017). Kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan dari terealisasinya SMA Negeri 2 Bantul sebagai Sekolah Terbuka Kepahlawanan Pangeran Diponegoro yang telah resmi dibuka bertepatan memperingati Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2017) kemarin.

Dalam Sosialisasi dan Penguatan Karakter Kepahlawanan ini dihadiri oleh Dr. Dodik Susanto selaku Narasumber, Dandim 0729/Bantul Letkol Inf Agus Widiano, dan Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Bantul Drs. Isdarmoko, M.Pd MMPar.

Dalam sambutannya Drs. Isdarmoko, M.Pd MMPar. mengatakan bahwa ” Kami sangat Berbahagia pagi ini karena keluarga besar SMA Negeri 2 Bantul para Bapak dan Ibu Guru serta siswa/siswi akan menerima sosialisasi dan penguatan karaktek kepahlawanan, sebagai kegiatan lanjutan sebagaimana bahwa sekolah kita kemarin dihari pahlawan sekolah kita telah terpilih sebagai sekolah terbuka kepahlawanan pangeran diponegoro, kita semua akan belajar bagaimana implementasi kita sebagai sekolah terbuka kepahlwanan, siswa/i semua adalah para generasi bangsa sebagai estafet kepemimpinan nantinya harus semangat belajar, harapannya nanti skolah kita akan menjadi sekolah model kepahlawanan, sesuai dengan fisi Sekolah kita yaitu APIK (agamis, peduli lingkungan, intelek, berkepribadian indonesia) “.

Letkol Inf Agus Widianto dalam sambutannya mengatakan bahwa ”¬†Bantul adalah termasuk wilayah bersjarah kepahlawanan, antara lain mulai dari Jenderal Sudirman dalam perang gerilyanya, oleh karena itu masyarakat dibantul adalah masyarakat yang memiliki jiwa patriotisme yang tinggi, oleh sebab itu SMA Negeri 2 Bantul sangat cocok bila dijadikan sekolah model kepahlawanan, dengan sejarah seperti itu jangan pernah kendor semangat untuk berprestasi, mari kita selalu menjaga sejarah kita dan selalu menghormati para leluhur pahlawan kita terutama para orangtua dan guru kita semua “.

Sosialisasi dan Penguatan Karakter Kepahlawan memang seharusnya ditanamkan kepada para generasi penerus bangsa, jangan sampai para generasi pemuda Indonesia terbius oleh kemajuan globalisasi dunia, sehingga dapat merusak generasi penerus bangsa Indonesia.

Seperti yang telah disampaikan narasumber Dr. Dodik Susanto bahwa salam kebhinekaan harus dikuasi oleh kita semua, karena kita sebagai penerus bangsa harus menjadi pelopor kebhinekaan tunggal ika dan pancasila, seluruh pahlawan kita memiliki rasa kesetiakawanan yang tinggi senasib dan sepenanggungan, tidak pernah membedakan agama, suku bangsa maupun bahasa dalam memperjuangkan kemerdekaan indonesia, hal ini yang menjadi tombak kepahlawanan di era ketiga yaitu adalah kita semua. Perbedaan didunia ini adalah kehendak Tuhan YME bukan kehendak kita sebagai manusia, sewajarnya kita harus senantiasa menghormati perbedaan dan merayakan perbedaaan bukan untuk saling bermusuhan, dengan berpegang teguh semangat kebhinekaan dan pancasila kita akan menjadi para penerus bangsa yang berjiwa toleransi (tenggangrasa,oranglain, empati, rukun, akur, nilai sejati indonesia).

” Bahwa nenek moyang bangsa kita ingin kita hidup rukun, akur, kompak bersatu adalah tanda – tanda indonesia maju, antara lain diwujudkan dengan jiwa patriotisme pagi hari yaitu¬† bangun pagi pukul 04.20 bagi yang beragama islam menjalankan sholat subuh, bagi yang beragama non muslim bisa bermeditasi menyatu dengan alam, hal ini adalah sebagai wujud manusia yang juara dari segi religi dan kesehatan, oleh sebab itu kita hrus mendisiplinkan diri bahwa bangun pagi pukul 04.20 adalah sebagai titik awal kehidupan yang sudah diakui dunia, setelah itu kita menyanyikan lagu garuda pancasila bersama keluarga maupun sanak saudara, ini adalah sebagai wujud nilai patriotisme yang berawal dari rumah dan keluarga, ciri – ciri pahlawan meliputi semangat menjiwai lagu – lagu perjuangan, kita sebagai generasi bangsa yang cerdas dan pintar apabila tidak mimiliki semangat kepahlawanan dan kebersamaan bersatu maka kemampuan kita hanya akan sia – sia yang berujung permusuhan dan perpecahan, kita hrus bersatu melawan serangan pintar masa kini antra lain adalah F7, Food (kuliner) banyaknya makanan dari luar yang tidak sesuai dengan DNA manusia indonesia maka kita akan terkena penyakit degenerasif, Fun (senang) budaya barat yang berperilaku foya – foya, Funtasy (berimajinasi/mengkhayal) , Fasion (gaya keren), Film( perang cuci otak) lebih senang nonton hollywod daripada nonton perjuangan, Filosofi, dan Finansial (virus nonstop narkoba, obat terlarang, nikotin, sara, terorisme, onar, pornografi) ” tambahnya.

” Untuk melawan itu semua kita harus bersatu bekerjasama, menjunjung tinggi kebhinekaan tungal ika dan pancasila, dengan seperti itu jiwa – jiwa kepahlawanan dan patriotisme akan mengalir ke diri kita semua, yakinkan itu semua dalam pikiran kita dan jiwa kita sebagai karakter kepahlawanan ” tegasnya.

Program sekolah terbuka kepahlawanan di SMA Negeri 2 Bantul ini akan berlanjut sampai dengan akhir tahun 2017 dan dalam pelaksanaannya membutuhkan peran serta dari Kodim 0729/Bantul dan Koramil setempat. Bila berhasil sekolah ini akan menjadi contoh bagi kegiatan di lingkungan TNI AD dan akan dicanangkan diawal tahun 2018 diseluruh indonesia.

Informasi Prajurit