header-image

KODIM 0729/BANTUL TANGGAP BENCANA

Kodim 0729/Bantul·05 Dec 2017·10:48

 

 

Jajaran Kodim 0729/Bantul bergerak sigap cepat dalam membantu masyarakat diwilayah bantul yang terkena bencana banjir dan tanah longsor akibat hujan deras seminggu yang lalu. Meskipun cuaca sudah membaik tetapi dampak dari banjir dan tanah longsor masih belum selesai. Mulai dari persawahan yang rusak akibat terendam banjir, rumah – rumah warga yang masih kotor dan penuh lumpur, dan juga rumah – rumah warga yang roboh karena tertimbun tanah longsor dan pohon tumbang.

Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul Letkol Inf Agus Widianto mengatakan “Kami selalu menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat untuk waspada terhadap potensi banjir maupun longsor, peningkatan kecepatan angin kencang khususnya pada siang hingga menjelang malam hari, waspada terhadap kondisi jalanan licin karena sisa-sisa lumpur banjir, menunda aktifitas penangkapan ikan di wilayah perairan selatan hingga gelombang tinggi mereda. Yang paling penting peka terhadap kondisi alam disekitarnya sehingga mampu secara mandiri menghindari kejadian yang tidak diinginkan, tentunya hal ini akan membantu mempermudah rekan-rekan yang di lapangan dalam melaksanakan tugasnya.”

Semenjak awal cuaca mulai tidak Kondusif, Agus Widianto selaku Dandim 0729/Bantul langsung memberikan perintah kepada jajaran Kodim 0729/Bantul untuk siaga 1 bencana alam dan berkoordinasi kepada seluruh Komponen diwilayah bantul, mulai dari Polri, Pemerintah Daerah, dan BPBD. Dengan demikian sebelum bencana banjir dan tanah longsor terjadi, seluruh jajaran Kodim 0729/Bantul bersama aparatur daerah bantul sudah siap sedia penanganan bencana diwilayahnya masing-masing, sehingga masyarakat dan perabotan rumah bisa terselamatkan.

Sampai sekarang ini prajurit dijajaran Kodim 0729/Bantul masih terus bahu membahu bersama Polri, BPBD, dan relawan dalam memulihkan kondisi dan keamanan warga pasca bencana banjir. Diwilayah DIY hampir seluruhnya terkena hujan deras selama 3 hari akibat dari badai siklon cempaka yang mengakibatkan perairan sungai diwilayah DIY meluap, namun demikian daerah yang paling parah terkena dampak cuaca tersebut adalah daerah kabupaten bantul dan gunungkidul.

Di kabupaten bantul daerah yang paling parah terkena dampak banjir dan tanah longsong adalah di dusun mloko, bulu, dan mojosari diwilayah piyungan, dusun segoroyoso diwilayah pleret, dan dusun kebonagung diwilayah Imogiri. Seluruh masyarakat yang terkena bencana sangat membutuhkan pertolongan dan bantuan baik dari segi meteriil dan nonmateriil. Posko-posko bantuan sudah disiapkan, tentunya didekat tempat-tempat yang terkena bencana, dipiyungan ada dikelurahan piyungan, dipleret ada di Masjid Nurrohqim Dahromo segoroyoso, di imogiri ada dikelurahan kebonagung imogiri, dan untuk Posko Terpadu ada di samping Makodim 0729/Bantul.

“Terima kasih kepada seluruh pihak-pihak yang sudah membantu, baik secara fisik maupun materiil, terlebih bagi organisasi masyarakat, relawan, maupun kelompok yang ikut terjun langsung di lapangan membantu masyarakat yang sudah melebihi panggilan hati. Semoga bantuan-bantuan yang telah diberikan dapat memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat yang terdampak bencana.” tambah Agus Widianto.

Informasi Prajurit