header-image

KODIM BANTUL AJAK PELAJAR NOBAR FILM MERAH PUTIH MEMANGGIL

Kodim 0729/Bantul·29 Oct 2017·10:57

Jajaran Kodim 0729/Bantul mengadakan kegiatan nonton bareng film Merah Putih Memanggil di Cinema XXI Jogja City Mall (JCM), Sabtu (28/10/2017). Kegiataan ini diikuti oleh para pelajar, anggota ormas, seluruh prajurit beserta keluarga dan dihadiri jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Bantul.

Komandan Kodim (Dandim) 0729/Bantul, Letkol Inf Agus Widianto menyampaikan, film Merah Putih Memanggil menyampaikan pesan akan peran TNI yang akan senantiasa siap melaksanakan perintah kapanpun dan dimanapun. Dari film ini diharapkan masyarakat akan lebih memahami peran TNI dalam menjaga kedaulatan NKRI dari ancaman asing maupun gerakan-gerakan sparatis lainnya.

“Film ini sangat bagus untuk disaksikan. Bukan hanya untuk prajurit, melainkan juga bagi seluruh masyarakat. Dari film ini masyarakat akan tahu bagaimana pengorbanan dan tugas berat seorang prajurit TNI untuk bangsa,” tegas Agus Widianto didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0729/Bantul, Mayor Inf Suwarno.

Film besutan sutradara Mirwan Suwarso ini digagas dan diresmikan langsung produksinya oleh Panglima TNI Gatot Nurmantyo. Film yang diproduseri Josie Karjadi ini melibatkan pasukan Kopassus TNI AD, Marinir, Kopaska, Penerbal, KRI Diponegoro, kapal selam KRI Nanggala dan Skadron pesawat tempur Sukhoi SU-30 dari TNI AU dengan sederet selebriti kondang tanah air seperti Maruli Tampubolon, Mentari De Marelle, Verdy Bhawanta, Aryo Wahab, Restu Sinaga serta Prisia Nasution.

Film berdurasi 1:52:00 ini menceritakan tentang pembebasan sandera warga negara asing yang dilakukan prajurit-prajurit pilihan TNI. Dalam film tersebut kapal pesiar berbendera Indonesia dibajak di perairan wilayah Indonesia oleh teroris internasional.

Para sandera diculik dan dibawa ke suatu daerah di bagian selatan negara tetangga. Pimpinan penculik meminta tebusan dari negara-negara yang warga negaranya diculik, termasuk Indonesia.

Setelah melalui komunikasi antar pemerintah akhirnya negara tetangga tersebut memberi ijin dan kesempatan kepada TNI untuk masuk ke daerahnya guna membebaskan sandera dibatasi dalam waktu 2 x 24 jam. Untuk itu TNI membuat rencana Operasi Gabungan yang melibatkan semua angkatan.

TNI AD melakukan operasi tertutup dengan mengirimkan 1 Anti Teror Kopassus. Dalam misi tersebut tim didukung pesawat tempur dari TNI AU serta kapal-kapal perang TNI AL di pantai serta operasi Kopaska atau Pasukan Katak dan Batalyon Marinir untuk didaratkan. Semua satuan-satuan TNI ini dilibatkan hingga akhirnya misi berjalan sukses.

Informasi Prajurit