header-image

Panglima TNI : TNI Dalam Tugas Sehari-Hari Tidak Lepas Dengan Pers

KOREM 072/PMK·14 Jun 2017·09:53

(Puspen TNI ). TNI menyadari dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dalam kondisi kekinian tidak lepas dengan Pers, namun saat ini kita sulit membedakan antara produk jurnalistik yang diverifikasi dengan opini. Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada acara Buka Puasa Bersama Panglima TNI dengan Insan Pers di Balai Sudirman, Jakarta Selatan, Senin malam (12/6/2017).

“Media sosial sangat berperan dalam penyebaran informasi namun relatif tidak didukung data dan fakta yang dapat dipertanggungjawabkan bahkan cenderung mencemaskan, tetapi media mainstream masih menjadi rujukan karena memberikan informasi berdasarkan data yang tepat dan aktual serta bisa dipertanggungjawabkan,” ungkap  Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Terkait perkembangan kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini, kita memahami setelah  enam bulan terakhir,  situasi politik mulai meningkat lagi karena  persiapan Pilkada serentak pada tahun 2018 yang kemudian dilanjutkan dengan  persiapan Pilpres tahun 2019. “Hal ini yang perlu kita sikapi dengan arif dan bijak,  media massa diharapkan dapat mendinginkan suasana melalui pemberitaan yang obyektif dan independen,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo meminta agar media berperan dalam mengingatkan seluruh masyarakat apabila ada indikasi orang yang tidak dikenal agar melaporkan  ke TNI dan Polisi serta aparatur pemerintah lainnya. ”Saya yakin rekan-rekan media semua sama-sama berjuang untuk memberikan  pengabdian yang terbaik hanya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sama-sama kita cintai supaya kita dapat menyaksikan Indonesia menjadi bangsa pemenang yang akan diwariskan pada anak cucu kita nanti,” ungkapnya.

Dalam kesempaan tersebut Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan bahwa kejadian di Marawi sudah diprediksinya  enam bulan yang lalu dan sudah disampaikan saat ceramah ke kampus-kampus di wilayah Indonesia. “Berdasarkan data-data intelijen terungkap bahwa  Bahrun Naim membentuk Islamic State Asia Tenggara di Filipina Selatan bersamaan dengan peristiwa penculikan-penculikan termasuk WNI karena ISIS  di Suriah dan Irak sudah tidak aman dan terdesak,” ucapnya.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengungkapkan bahwa hampir seluruh wilayah Indonesia sudah disusupi oleh teroris.  “Setelah diadakan pengawasan hampir semua propinsi di Indonesia kecuali Papua ada sel-sel ISIS tapi masih tidur. Hal ini yang harus kita waspadai karena begitu sel-sel yang tidur dibangunkan maka akan ada berbagai macam spot konflik di Indonesia yang beraliansi Islamic State maka sudah pasti tangan-tangan negara luar akan masuk ke Indonesia,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Menjawab pertanyaan awak media, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan  bahwa undang-undang teroris di Indonesia adalah undang-undang pidana yang dibuat berdasarkan tekanan dari Internasional karena peristiwa bom Bali yang lalu, agar dapat segera diungkap. ”Sebelum adanya undang-undang ada 3 bom meledak, setelah adanya undang-undang ada 40 bom yang meledak, TNI hanya minta kalau teroris itu adalah kejahatan terhadap Negara,” tegasnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmatyo  mengungkapkan untuk mengatisipasi penyusupan teroris dari Marawi lewat laut maka Indonesia, Fhilipina, Malaysia sepakat mengadakan kerjasama patroli maritim.  “Ketiga Negara tersebut yang diwakili masing-masing Menteri Pertahanaan akan berkumpul di Tarakan pada tanggal 19 Juni 2017 untuk launching Trilateral Maritime Patrol (TMP) Indomalphi,” ucap Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Bapak H. Nurjaman Mochtar selaku Penceramah dalam acara buka bersama tersebut menyampaikan bahwa salah satu indikator keberhasilan berpuasa adalah  masing-masing dapat menahan amarah, tidak saling mengumbar kebencian  di media sosial. “Dengan menahan amarah,  saya kira puasa kita berhasil.  Mari kita gerakan bangsa ini dengan ruh puasa.  Kalau orang lain marah tidak usah dilayani bila kita ingin sukses puasa” kata H. Nurjaman Mochtar.

Autentikasi :

Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Inf Bedali Harefa, S.H.

Informasi Prajurit