header-image

PRAJURIT HARUS ANTI NARKOBA

Kodim 0729/Bantul·05 Nov 2017·13:28

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

Oleh karena itu Komandan Kodim ( Dandim ) 0729/Bantul Letkol Inf Agus Widianto melaksanakan penyuluhan Narkoba bagi Prajurit, ASN dan Persit Kodim 0729/Bantul. Kegiatan ini bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Bantul Jl. Komplek II Pemkab Bantul dengan narasumber Ketua BNNK Bantul Ibu Arifin Munajah, SE. MM dan Sdr. Bambang Isjadmiko yang merupakan mantan pecandu narkoba. Kamis ( 2/11/2017 )

Dandim 0729/Bantul Letkol Inf Agus Widianto menegaskan bahwa sebagai prajurit harus anti narkoba, perang terhadap narkoba, karena narkoba merupakan musuh negara untuk menghancurkan generasi penerus bangsa dan menghancurkan budaya Indonesia.

“Indonesia adalah negara yang maju, kuat, berbudaya dan beragama, sebagai patriot prajurit harus menjaga keutuhan Pancasila, kita harus anti narkoba, perang terhadap narkoba, karena narkoba merupakan musuh negara dan musuh dunia, jauhkan diri kita dan keluarga serta saudara kita dari narkoba, jangan coba – coba terhadap narkoba”. kata Agus.

“Kita sebagai benteng negara harus kuat dalam menjaga negara Indonesia, bukan hanya dari musuh ataupun lawan kita, tetapi juga obat – obatan terlarang seperti narkoba, harus ikut serta menjaga generasi penerus bangsa, temu cepat dan lapor cepat kepada pihak yang berwajib bila kita menemukan pengguna, pengedar maupun pecandu narkoba dilingkungan kita maupun disekitaran kita ” tegasnya.

Ketua BNNK Bantul Ibu Arifin Munajah, SE, MM mengatakan Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem syaraf pusat, seperti:

•   Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman              yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Hingga kini penyebaran penyalahgunaan narkoba sudah hampir tak bisa dicegah. Mengingat hampir seluruh penduduk dunia dapat dengan mudah mendapat narkoba dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Tentu saja hal ini bisa membuat orang tua, organisasi masyarakat, dan pemerintah khawatir.

Upaya pemberantas narkoba pun sudah sering dilakukan, namun masih sedikit kemungkinan untuk menghindarkan narkoba dari kalangan remaja maupun dewasa, bahkan anak-anak usia SD dan SMP pun banyak yang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Hingga saat ini upaya yang paling efektif untuk mencegah penyalahgunaan Narkoba pada anak-anak adalah pendidikan keluarga. Orang tua diharapkan untuk mengawasi dan mendidik anaknya agar selalu menjauhi penyalahgunaan Narkoba.

Informasi Prajurit