Peran teritorial
Hadir di desa, siaga saat bencana
Pembinaan teritorial dijalankan bersama pemerintah daerah dan warga, dalam bentuk yang sering kali sangat sehari-hari.
Babinsa
Bintara Pembina Desa ditugaskan di desa/kelurahan untuk mengenal wilayah dan warganya. Bersama kepala desa dan Bhabinkamtibmas dari Polri, Babinsa membentuk "tiga pilar" yang menjadi tempat koordinasi pertama untuk urusan keamanan, sosial, hingga kebencanaan di tingkat desa.
TMMD
TNI Manunggal Membangun Desa adalah program lintas sektoral yang menggabungkan anggaran pemerintah daerah dan tenaga prajurit. Sasaran fisiknya antara lain jalan desa, talud, jembatan, saluran air, dan perbaikan rumah tidak layak huni; sasaran nonfisiknya berupa penyuluhan kesehatan, wawasan kebangsaan, dan pertanian.
Ketahanan pangan
Di daerah agraris seperti Bantul, Kulon Progo, dan Gunungkidul, pendampingan petani—mulai dari percepatan tanam hingga pemanfaatan lahan kering—menjadi bagian kerja teritorial bersama dinas pertanian.
Kesiapsiagaan bencana
Yogyakarta hidup berdampingan dengan Gunung Merapi, salah satu gunung api paling aktif di Indonesia, dengan erupsi besar tercatat pada 2010. Gempa Mei 2006 yang berpusat di sekitar Bantul juga menimbulkan korban dan kerusakan luas. Dalam penanganan bencana, BNPB dan BPBD memimpin, sementara TNI mendukung melalui Operasi Militer Selain Perang: evakuasi, dapur umum, logistik, dan pemulihan.
Kenali jalur evakuasi di desa, ikuti informasi resmi BPPTKG untuk status Merapi dan BMKG untuk gempa, dan laporkan kondisi darurat melalui perangkat desa atau kanal resmi pemerintah daerah.
Istilah seperti Binter, OMSP, dan RTLH dijelaskan singkat di Tanya Jawab.