Sejarah
Pamungkas: yang menentukan di akhir
Nama, kota, dan sejarah perjuangan yang melatari Korem 072.
Arti nama
Dalam bahasa Jawa, pamungkas berarti yang terakhir sekaligus yang paling menentukan — pukulan pamungkas adalah serangan penutup yang memastikan kemenangan. Nama ini selaras dengan sejarah Yogyakarta sebagai benteng terakhir republik pada masa revolusi.
Yogyakarta, ibu kota di masa genting
Pada Januari 1946 pusat pemerintahan Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta karena Jakarta tidak lagi aman. Selama beberapa tahun kota ini menjadi pusat politik, diplomasi, dan militer republik, didukung penuh oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paku Alam VIII.
Serangan Umum 1 Maret 1949
Setelah Belanda menduduki Yogyakarta dalam Agresi Militer II pada Desember 1948, pasukan republik melancarkan serangan besar pada pagi hari 1 Maret 1949 dan menguasai kota selama sekitar enam jam. Peristiwa ini membuktikan kepada dunia bahwa TNI dan republik masih ada, dan memperkuat posisi Indonesia dalam perundingan internasional. Tugu Serangan Oemoem 1 Maret di depan Benteng Vredeburg menjadi pengingatnya hingga kini.
Korem dalam struktur TNI AD
Korem adalah satuan kewilayahan di antara Kodam dan Kodim. Korem 072/Pamungkas secara historis berada di bawah Kodam IV/Diponegoro dan memiliki ciri khas: wilayahnya mencakup satu provinsi utuh. Satuan ini juga pernah dipimpin perwira yang kemudian menempati jabatan nasional, termasuk Susilo Bambang Yudhoyono sebelum menjadi Presiden RI.
Wilayah binaan dan lima Kodim di bawahnya dijelaskan di halaman Wilayah DIY.
Garis waktu
Momen kunci
- Jan 1946
Ibu kota republik pindah ke Yogyakarta.
- Des 1948
Agresi Militer II; Yogyakarta diduduki Belanda.
- 1 Mar 1949
Serangan Umum; kota dikuasai sekitar enam jam.
- Jun 1949
Belanda mundur dari Yogyakarta; pemerintahan republik kembali.
- Kini
Korem 072 membina lima kabupaten/kota di DIY.